0


[PANDUAN]
Oleh Mia Ilmiawaty Saadah pada 19 Oktober 2012 pukul 12:17
Berdasarkan panduan MP-ASI WHO, pemberian sumber lemak tambahan dapat dimulai sejak usia 6 bulan. Setelah 2 minggu pertama dikenalkan dengan menu tunggal, masuk minggu ketiga bayi dapat segera dikenalkan dengan aneka protein hewani, nabati dan sumber lemak tambahan. Sumber lemak tambahan dapat berupa minyak, mentega, margarin dan santan. Berikan variasi sumber lemak setiap hari, sesuaikan dengan penggunaan rumah tangga sehari-hari. Berikut ulasan mengenai beberapa sumber lemak tambahan yang dapat diberikan.



Margarine adalah makanan yang cukup akrab untuk keluarga Indonesia. Sejak kecil, yang kita tau pasangan roti itu salah satunya adalah dengan margarine. Anehnya, margarine yang kita kenal sejak dulu itu sering disebut “mentega”, padahal mentega sesungguhnya justru agak jarang ditemukan di dapur keluarga Indonesia dan baru belakangan ini saja mulai marak digunakan.



Mentega (butter) adalah produk olahan susu (biasanya sapi) yang biasanya terdiri dari lemak, air dan protein susu, sementara margarine adalah ‘pengganti’ mentega yang terbuat dari lemak nabati yang pembuatannya menggunakan proses yang disebut dengan partially hydrogenation (proses hirogenasi sebagian). Proses ini bertujuan untuk mengubah bentuk lemak nabati menjadi lebih padat. Banyak orang yang menyangka, karena mentega mengandung banyak asam lemak jenuh (saturated fat) yang terkenal bisa meningkatkan kadar lemak dan kolesterol jahat di dalam tubuh, margarine merupakan alternatif yang lebih sehat. Benarkah begitu?



Dari berbagai sumber yang saya baca, walaupun margarine mengandung lemak nabati, bukan berarti kita bisa mengkonsumsinya tanpa batas. Justru ada satu hal yang harus diwaspadai dari banyak produk margarine, yaitu kandungan trans fat (asam lemak trans) yang tinggi. Seperti saturated fats, trans fat juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan resiko penyakit jantung. Lebih parahnya lagi, trans fat juga bisa menyebabkan penurunan kolesterol baik di dalam tubuh kita.



Hal ini saya tanyakan kepada Arief T Nur Gomo, seorang ahli pangan yang juga merupakan anggota Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia. Ia membenarkan.



“Produk margarine biasanya dibuat dengan proses yang disebut dengan partially hydrogenation (proses hirogenasi sebagian) karena pada intinya proses ini tidak merubah seluruh asam lemak tak jenuhnya menjadi jenuh. jadi hanya merubah sebagian asam lemak tak jenuh menjadi jenuh. Oleh sebab itu margarine disebut mengandung partially hydrogenated oil. Pada proses partially hydrogenation ini juga biasanya menggunakan katalis logam Nikel. Pada proses ini asam lemak tak jenuh dirubah menjadi asam lemak jenuh dan juga menghasilkan trans fat (asam lemak trans).”



Semakin padat (solid) tekstur produk margarin, semakin tinggi kandungan trans fat di dalamnya.



Agak ngeri ya? Anak-anak kan biasanya suka banget makan roti pake margarine. Jadi yang mana sebaiknya yang lebih baik kita konsumsi, mentega atau margarine?



“Setiap bahan punya kelebihan dan kekurangan. Yang harus dibetulkan menurut saya yaitu cara pengolahan dan cara konsumsinya. Butter digunakan dalam pembuatan kue untuk mendapatkan tekstur dan citarasa yang enak. Kandungan vitamin pada butter juga baik untuk kesehatan. Demikian juga dengan margarine.” kata Arief.



Bagaimana dengan produk margarine yang terbuat dari minyak nabati yang diklaim “baik” untuk kesehatan, seperti canola oil? Apakah margarine jenis ini lebih sehat untuk dikonsumsi?



“Tidak juga,” kata Arief menegaskan. “Jika dia melewati proses partially hydrogenated tetap saja hasilnya sama dengan yang dibuat dari palm oil. Justru yang dari canola, karena asam lemak tak jenuhnya lebih banyak dibandingkan dengan palm oil, maka semakin banyak asam lemak tak jenuhnya yang diubah menjadi jenuh. maka terbentuk pula lah asam lemak trans yang lebih banyak.”



Tulisan ini saya tulis bukan untuk menakut-nakuti ya moms. Saya hanya ingin mengajak mommies untuk lebih melihat lebih dalam lagi ke produk-produk makanan yang kita dan keluarga konsumsi sehari-hari, yang biasanya diklaim “sehat” oleh produsennya. Memang kita sendiri yang harus lebih cermat untuk mencari informasi, mana yang sehat betulan dan mana yang tidak.



Kembali ke soal penggunaan mentega dan margarine, Arief membagi beberapa tip yang bisa menjadi pilihan yang lebih sehat:



Untuk menggoreng pilihlah yang kandungan asam lemak jenuhnya lebih banyak seperti minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit.
Margarine atau mentega lebih aman digunakan jika TIDAK MELALUI PROSES PEMANASAN
Gunakan low fat butter untuk olesan dengan pertimbangan kandungan lemaknya lebih sedikit.
Untuk menumis; margarine, butter atau minyak seperti canola dan zaitun, bisa digunakan.
ijaksana mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung margarine atau butter.
Konsumsi minyak/fat yang baik bisa diperoleh dari bahan-bahan yang mengandung asam lemak tak jenuh misalnya minyak ikan, minyak zaitun, minyak canola.
Pada saat membeli produk mentega atau margarine, jangan lupa cek Nutrition Facts labelnya juga ya moms. Cari produk yang mengandung trans fat dan saturated fat yang paling sedikit.


sumber: http://mommiesdaily.com/2010/12/16/margarine-vs-mentega-mana-yang-lebih-baik/



*****



Oiya aku tambahkan juga yaaa... Penjelasannya Pak Wied Harry A



Sekian puluh tahun lalu, margarin (margarine) diunggulkan sebagai pengganti mentega (butter) yang aman dan lebih sehat, karena dibuat dari bahan nabati, yakni minyak goreng. Namun riset terakhir menemukan adanya kandungan dominan lemak trans, jenis lemak jahat. Lemak trans terbentuk akibat proses pengerasan minyak goreng menjadi margarin agar mudah dioleskan. Asupan tinggi dan terus-menerus lemak trans dapat meningkatkan kandungan lemak darah (kolesterol/trigliserida), sehingga meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung. Meskipun lemak jenuh juga memiliki efek serupa jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus, tetapi efek buruk lemak trans lebih signifikan. Anak-anak maupun orang dewasa harus menanggung akibat yang sama.



Karena itu, anjuran saya, coret saja bahan ini dari daftar belanjaan. Hati-hati dengan makanan, cake, kue kering, pastry dll yang umumnya menggunakan margarin. Sumber lain lemak trans adalah minyak jelantah (minyak bekas menggoreng yang sudah kental), mentega putih/korsvet/shortening

(biasanya ditambahkan dalam minyak goreng untuk fast food, misalnya fried chicken, agar bagian luarnya renyah tapi bagian dalamnya moist; sering digunakan juga dalam adonan pastry agar kue memiliki lapisan serpihan yang bagus).



Untuk memasak, saya lebih menganjurkan penggunaan minyak goreng kelapa.

Untuk cake/kue, boleh menggunakan minyak goreng maupun mentega (butter).



*****



Santan



Kelapa berlimpah dengan kandungan lemak sehat asam lemak laurat, zat yang juga banyak terdapat dalam air susu ibu (ASI). Dalam ASI, asam lemak laurat bermanfaat menunjang pertumbuhan otak dan kecerdasan bayi. Bagi orang dewasa, asam lemak laurat berguna untuk memperlambat fungsi mengingat dan munculnya kepikunan. Namun sayangnya asam lemak laurat sangat mudah rusak pada suhu tinggi.



Dalam pembuatan minyak murni kelapa VCO (virgin coconut oil) santan dipanaskan pada suhu rendah (maksimum 60 ºC), sehingga kandungan lemak sehatnya relatif tidak mengalami kerusakan. Sebaliknya, ketika kita memasak, santan dipanaskan hingga mendidih, bahkan sengaja dididihkan lama hingga berminyak-minyak. Akibatnya, lemak sehatnya rusak dan yang tertinggal adalah kandungan lemak jenuhnya. Jadi, bukan santannya yang jahat, tetapi kesalahan kita memasaknya yang membuat kandungan lemak jenuh dalam santan menjadi dominan.



Mengetahui kelebihan tersebut, kita jadi lebih mudah mengawinkan antara pengetahuan kuliner dengan pengetahuan nutrisi, untuk menghasilkan makanan enak yang sehat dan alami. Caranya, manfaatkan santan segar, yakni santan yang dibuat dari kelapa parut yang diperas dengan air masak – dan untuk campuran masakan, santan *tidak dipanaskan*. Dengan tidak memanaskan santan segar, maka kandungan lemak sehatnya (asam laurat) akan terjaga. Trik ini membuat kita bisa mendapatkan makanan yang gurih lezat, sekaligus juga sehat.



[sumber: wied harry]

*****



Saran HHBF:



setiap kali akan menggunakan bahan-bahan tersebut di atas, ada baiknya kita kembalikan lagi ke tujuan awal ortu memberikan untuk anak yaitu sebagai sumber lemak. mengapa lemak penting bagi anak, karena lemak juga dibutuhkan untuk berbagai kebutuhannya selama bertumbuh dan berkembang. karena tujuan itu, tidak perlu kita membabi buta menghalalkan segala cara memberi sumber lemak kepada anak. pilih yg paling sehat, paling mudah didapat di sekitar kita. jangan selalu terpaku kalau sumber lemak harus butter, harus EVOO, dan lainnya yang sekiranya sulit didapati di sekitar para ortu sekalian. sumber lemak, santan segar dan minyak kelapa sangat mudah didapat di sekitar kita sebagai bahan pangan lokal di Indonesia. ngga perlu bingung dan maksain, hehehe. gunakan margarine atau butter sewajarnya, sesuai petunjuk kesehatan menurut para ahli di atas.








Dikirim pada 16 Juli 2014 di kesehatan



1. Urine kelinci/kambing/sapi : 5 liter
2. Kotoran kelinci/kambing/ayam : 2 kg
3. Sayuran, gulma, kipahit, daun ketapang, daun salam : 1/2 karung
4. Air kelapa : 5 liter
5. Gula merah : 2 batang
6. Bawang merah : ¼ kg
7. Mol/EM4 : 100 cc
8. Limbah Buah2an :1 kg

Limbah daun/sayuran dan bawang dihaluskan...tambahkan air 20 ltr lalu simpan dalam wadah tertutup, beri lubang sebesar lidi utk keluar nya gas,,,setiap 2 hr aduk perlahan atau berikan oksigen dgn cara menggunakan aerator aquarium selama 1/2 jam...
Proses ini selama 14 hr

Tips bagi yg sibuk atau tidak mempunyai tempat membuat POC ini:
Serahkan proses pembuatan ini pada kenalan/org lain yg punya tempat..kalau perlu sekalian dgn mencari bahannya....berikan ongkos kerja selayaknya....
Poc yg dihasilkan sekitar 29 ltr..utk sekali proses...jika kita membeli poc di toko...dgn asumsi harga min 30 rb/ltr..ini bernilai rp 870.000
Di tempat saya..biaya bahan dan ongkos kerja hanya 150 rb ..asumsi nya nilai POC tsb hanya 3 ribuan/ltr.....kalau sudah jadi silahkan dikemas dgn botol cantik..pakai sendiri,...bagi2 kan pd tetangga,. teman, dan sisa nya JUAL aja......naaahh..selamat ber DO IT...



S


Dikirim pada 16 Juli 2014 di Organic Home Garden


Sebatang rokok kretek,

3 siung bawang merah,

5 buah cabe rawit merah

10 lembar daun sirsak/daun sirih/ daun pepaya

Cara membuat: semua bahan dihaluskan lalu beri air mendidih 1/2 gls .Diamkan selama 24 jam......Disaring..lalu tambahkan 1 liter air..semprotkan pada sore hari...setiap 3 hari.

Dikirim pada 16 Juli 2014 di Organic Home Garden
Awal « 1 » Akhir
Profile

friendly, ...yuk semangat,sholihah, cerdas, n ikhlas. Muslimah itu anugerah terindah dunia. ia lembut tp tidak lemah---mpesona tp bersahaja...ia tahu bgmana menjaga izzah dirinya..ia mengerti bgmna mnjaga akhlaq dan kemuliaannya..itulah yg membuatnya istimewa dibanding wnta lainnya. ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.. wa akherat...tetap semangat More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 844.209 kali


connect with ABATASA