0


Gamalife merupakan produk istimewa yang dibuat dari Gamat Emas atau Teripang Emas. Teripang, dengan species Stichopus Hermanii, telah digunakan secara turun temurun sejak 500 tahun yang lalu, terutama untuk pengobatan luka dan persalinan. Biasanya, air Gamat diminumkan kepada wanita sehabis melahirkan untuk menghentikan pendarahan, dan mempercepat proses penyembuhan luka khitan pada anak laki-laki.

Di China, teripang/gamat ini disebut Hoi Som atau berarti ginseng laut. Dalam sejarah tradisional China, Hoi Som telah digunakan sejak lebih dari 1000 tahun untuk membantu mengatasi keluhan seperti menyembuhkan luka, meredakan rasa sakit di persendian, memperlancar sirkulasi darah dan secara umum dikonsumsi sebagai hidangan spesial untuk menjaga kesehatan karena dinilai sebagai gingseng laut.

Berdasarkan hasil penelitian di banyak Universitas di seluruh dunia, ditemukan bahwa teripang emas sangat berkhasiat sebagai obat serba guna dan sebagai antiseptik tradisional. Dari penelitian tersebut terbukti bahwa teripang memiliki kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel) sehingga mampu merangsang regenerasi sel dan jaringan tubuh manusia yang telah rusak/sakit bahkan membusuk, sehingga menjadi sehat dan pulih kembali.

Penelitian juga mengungkapkan, teripang pada konsentrasi 50 mikrogram menggumpalkan dan menghadang sel kanker. Oleh karena itu pengidap kanker banyak yang berharap pada khasiat teripang. Di samping itu, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan pada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin pun meningkat.

Saat ini penelitian dilakukan untuk mempelajari apakah beberapa senyawa yang dibentuk oleh teripang dapat membantu melawan penyakit kanker. Senyawa yang disebut triterpenoid telah menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan di laboratorium dalam memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker dan menghentikan pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan oleh tumor untuk bisa tumbuh. Dalam studi awal di lab yang lainnya, asam lemak 12-MTA yang berasal dari teripang ditemukan dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat.

Berikut ialah beberapa khasiat dari Gamalife yang mengandung kebaikan dari teripang emas (Stichopus Hermanii):
1. Membantu menyembuhkan penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ) seperti
Gagal Ginjal
Sirosis Hepatitis dan penurunan fungsi hati
Osteoporosis (Pengeroposan tulang)
2. Mempercepat penyembuhan bermacam luka termasuk luka bakar, luka gangren, dll
3. Baik untuk sistem pencernaan / lambung, mengobati penyakit maag akut
4. Membantu menyembuhkan penyakit diabetes (kencing manis)
5. Memperkuat sistem daya tahan tubuh / imunitas
6. Membantu mengatasi masalah sistem pernafasan
7. Menghasilkan hormon & enzim serta fungsi protein lainnya
8. Baik untuk kecantikan kulit
9. Mengandung EPA dan DHA (asam lemak omega 3) yang dapat menghambat proses
penuaan, dan menurunkan kolesterol jahat LDL dalam tubuh sehingga mengurangi
risiko penyakit jantung
10. Bersama chondroitin membentuk tulang rawan baru

Kandungan gamat/teripang emas / hoi som:
- protein >80%
- kolagen
- mineral
- mukopolisakarida
- glukasaninogicans (GAGs)
- anti-septik alami
- chondroitin
- Omega 3, 6, dan 9
- asam amino

Kemasan berisi 75 kapsul
Harga konsumen Rp. 130.000,-

Tunggu apa lagi, ayo pesan produk ini sekarang dengan menghubungi kontak HPA TEMBALANG (085659750409); atau dapatkan diskon produk-produk HPA hingga 30% hanya dengan mendaftar keanggotaan HPA - biaya pendaftaran Rp 60.000,-

Dikirim pada 25 Oktober 2011 di persahabatan


ada 3 jenis herbal yang bisa di konsumsi untuk mencegah kanker:
mengkudu yang matang di pohonnya kemudian di jus dan dikonsumsi tiap hari
temu putih
bawang putih lanang/ berumbi 1 dimakan mentah2 sehari 1 jangan putus..
kurang praktis ya?
solusi praktis :
di HPA tersedia herbal"Organik mengkudu" yang siap dikonsumsi tiap hari tidak perlu repot mencari di pasar/ kebun...
hanya dengan
Produk ORGANIK MENGKUDU dari HPA menggunakan mengkudu hutan (Morinda citrifolia) pilihan terbaik, yang merupakan spesies mengkudu paling populer, dan juga dikenal sebagai ratunya mengkudu (queen of the morinda). Produk ini hanya menggunakan mengkudu yang diolah secara organik dan dipanen pada saat yang tepat.

Secara tradisonal, mengkudu yang berasal dari Asia Tenggara ini, banyak digunakan untuk membuang racun/toksin, obat pencernaan, dan obat keputihan.

Berikut adalah khasiat-khasiat lain dari ORGANIK MENGKUDU:
Menurunkan tekanan darah tinggi
Mengobati sakit kuning
Membantu mengobati asam urat (dikonsumsi bersama Ardisia)
Membantu menyembuhkan cacar air (dikonsumsi bersama Coscinium Plus)
Membantu mengatasi radang usus buntu
Membantu meredakan batuk, influenza, asma, batuk kering, dan alergi.
Bersama Melatonin dan Serotin memperbaiki kualitas tidur dan peredaran darah (terutama untuk penderita insomnia).
Memberikan tenaga pada tubuh (salah satunya untuk penderita anemia)
Bertindak sebagai anti radang, analgesik (penahan sakit) dan anti histemik.
Anti bakteri, khususnya melindungi kerusakan sistem pencernaan dan jantung.
Menghentikan fungsi pra kanker dan pertumbuhan pra kanker.
Memperbaiki sistem imunitas (rangsangan untuk menghasilkan sel T).
Memperlambat proses penuaan sel (membuat awet muda).
Mencegah diabetes tipe 1 dan 2, stress, ginjal, dan stroke.

Komposisi:
Setiap kapsul mengandung: Morinda citrifolia 270 mg.

Kemasan berisi: 75 kapsul
Harga: Rp. 75.000,-

Tunggu apa lagi, ayo pesan produk ini sekarang dengan menghubungi kontak HPA TEMBALANG (085659750409); atau dapatkan diskon produk-produk HPA hingga 30% hanya dengan mendaftar keanggotaan HPA - biaya pendaftaran Rp 60.000,-


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Label: alergi, asam urat, Asma, batuk, diabetes, ginjal, hipertensi, imunitas, insomnia, kanker, Mengkudu, Racun, Stroke

Dikirim pada 25 Oktober 2011 di persahabatan


Namaku Wina lengkapnya Sri Winarsih, kini usiaku sudah mencapai 28 tahun. Aku dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahku seorang pegawai negeri dengan penghasilan yang sangat rendah, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga yang hanya dapat membantu meringankan suaminya dengan berjualan jajanan keliling kampung. Seingatku, aku tidak pernah mendengar ayah ibuku mengeluhkan tentang hal itu.
Aku dilahirkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Aku tidak sempurna seperti bayi-bayi lainnya, tubuhku kecil karena aku lahir prematur. Mungkin karena ibu terlalu giat bekerja agar dapat membantu ayahku dalam mencari nafkah. Oleh karena orang tua tidak mempunyai banyak biaya untuk perawatanku di rumah sakit, maka orang tuaku membawaku pulang ke rumah untuk dirawat dengan peralatan seadanya. Berkat dukungan ayahku, ibuku merawatku sebaiknya mungkin dengan sangat berhati-hati. Sehubungan aku lahir belum cukup umur maka tubuhku membutuhkan kehangatan yang lebih, kata ibuku dulu untuk dapat menghangat tubuhku maka digunakan lampu belajar bekas pemberian tetangga. Orang tuaku berharap aku dapat tumbuh dengan sempurna seperti layaknya anak-anak pada umumnya.
Alhamdulillah dengan dukungan ayahku dan berkat pertolongan Allah maka aku dapat tumbuh dengan cepat dan sehat. Namun di tengah perjalanan hidupku terjadi suatu kecelakaan yang dampaknya terasa hingga tamat SMA. Saat berusia 5 bulan aku jatuh dari tempat tidur ibuku. Saat itu ibuku sedang membuat kue untuk dijual hari itu. Ibu terkejut mendengar tangisanku yang secara tiba-tiba itu. Aku sudah tergeletak di atas lantai. Setelah diperiksa, alhamdulillah tidak ada cedera di tubuhku. Ibu tidak membawaku ke rumah sakit hanya diperiksa sendiri saja, karena saat itu ibu tidak punya uang. Dengan cekatan ibu menggendongku dengan penuh kasih sayang, dengan kehangatannya yang hingga saat ini masih terasa dan selalu kurindukan.
Sejak kecil aku mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan, tubuhku kaku, tidak lincah seperti teman-temanku. Semakin besar gerakanku semakin kaku, sampai akhirnya aku di bawa ke rumah sakit yang berada jauh dari desa kami tinggal. Sebetulnya orang tuaku tidak mempunyai uang untuk itu, tetapi dengan berbagai usaha yang halal akhirnya ayahku mampu mengumpulkan sedikit uang untuk berobat ke kota.
Sesampainya di rumah sakit aku ditangani oleh seorang dokter yang cantik dan baik hati, lemah lembut tutur katanya, namanya dokter Mila.
Dari pemeriksaannya ternyata aku mengalami kelainan pada tulang kaki dan tanganku, sehingga aku harus menjalani beberapa terapi untuk menormalkan kembali fungsi tulang-tulangku agar bisa berjalan dengan baik. Salah satu penyebabnya kemungkinan pada saat aku terjatuh pada usia 5 bulan itu. Baru beberapa hari aku tinggal di rumah sakit persediaan uang ayahku menipis, akhirnya dengan sangat terpaksa ayah ibu membawaku kembali ke kampung. Orang tuaku pasrah atas ujian yang Allah berikan. Apapun yang akan terjadi semua adalah kehendak-Nya. Usaha orang tuaku patut kuacungi dua jempol, bahkan bila memungkinkan empat jempol sekaligus.
Dengan telaten setiap hari ibuku melakukan terapi sendiri di rumah, sementara ayahku membuatkan aku tempat untuk belajar berjalan dari bambu. Sebelum ayahku pergi bekerja aku selalu diajak untuk melakukan latihan secara rutin dengan penuh kasih sayang. Aku melihat tidak ada sedikitpun guratan kesedihan di wajah mereka, senyum bahagia selalu menyelimuti bibirnya saat memberi semangat padaku untuk melakukan latihan tersebut. Apalagi kalau sudah melihat aku bosan, ibu selalu membujuknya dengan janji akan membuatkan aku makanan kesukaanku. Ayah pun demikian tidak pernah luput memujiku dengan perkembangan kemampuanku untuk berjalan.
Tanpa terasa aku sudah duduk di bangku SMA, aku masih selalu diantar jemput oleh ibuku karena aku memang belum dapat berjalan dengan sempurna. Jalanku masih pelan-pelan takut jatuh, ibu selalu menggandeng tanganku dan memapah aku berjalan. Kegigihan beliau dalam membimbing, benar-benar memacu hatiku untuk bertekad mewujudkan cita-citaku menjadi seorang dokter ahli tulang yang cantik dan sukses seperti Dokter Mila.
Hari demi hari kulalui dengan dukungan dan kehangatan orang tuaku, terutama ibu. Sampailah pada tahun ke 3 di SMA, prestasi belajarku melesat cepat, nilai pelajaranku sangat baik.
Pertolongan Allah pun tiba. Aku mendapatkan bantuan dari Pak Haji Sholehudin, seorang yang dermawan di kampungku, sehingga orang tuaku tidak begitu dipusingkan dengan biaya sekolahku di SMA. Walaupun demikian ayah dan ibuku tidak berhenti atau bermalas-malasan mencari nafkah, karena pada prinsipnya tidak mau merepotkan orang lain.
Pak Haji Sholeh adalah pedagang di pasar di kota, istri tercintanya telah meninggal dunia 15 tahun yang lalu. Meski usahanya sangat maju namun kehidupannya sangat sederhana. Beliau hidup bersama 5 orang anak yatim piatu di rumahnya yang sangat sederhana. Kepeduliannya kepada orang yang tidak mampu jauh lebih peduli dibandingkan dengan orang kaya yang ada di kampungku. Menurut cerita dari ibuku, sejak masih muda beliau gemar sekali bersedekah, begitu pula dengan almarhum istrinya. Baginya harta dia sesungguhnya adalah harta yang dia berikan untuk orang lain. Subhanallah!!
...Allah mendengar doa dan harapan orangtuaku dalam shalat Tahajud di keheningan malam yang sepi. Tak henti-hentinya ibu berdoa untuk kebahagiaan dan keberhasilanku...
Dengan segala keterbatasan dan dukungan dari orangtua, aku mampu menyelesaikan pendidikan di SMA dengan prestasi dan nilai yang gemilang. Acara wisuda di sekolah sangat meriah. Kami saling berpelukan, menangis karena haru bahagia. Kami sadar kami akan berpisah dengan teman-teman dan entah apakah kami akan bertemu kembali atau tidak. Kelak kami akan menjadi apa? Kami tidak tahu, semua itu adalah rahasia Ilahi.
Allah mendengar dan mengabulkan semua doa dan harapan orang tuaku, yang selalu kudengar saat ibuku selesai menunaikan shalat Tahajud di keheningan malam yang sepi. Bersamaan dengan mengalirnya airmata dari bola matanya yang indah kemudian sebait doa pun meluncur dari bibirnya. Tak henti-hentinya ibu selalu mendoakan aku, demi kebahagiaanku, keberhasilanku. Kadang aku berpikir kapankah ibu tidur? Setiap aku terbangun ibu sedang berzikir, berdoa, mengaji, shalat dan banyak lagi serangkaian ibadah yang dilakukannya.
Selepas SMA aku diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang paling terkemuka di Indonesia, dengan jurusan yang diminati banyak pelajar SMA yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).
Terima kasih Ya Allah, Kau mengabulkan cita-citaku menjadi mahasiswa kedokteran apalagi di Universitas Indonesia. Subhanallah tiada henti-hentinya aku bersyukur.
Mendapat kenikmatan besar dan musibah memilukan
Qadarullah, mungkin karena kelewat bahagianya mendengar aku diterima di Fakultas Kedokteran UI, ayahku kena serangan jantung kemudian meninggal dunia. Sejak itu ibuku hijrah ke Jakarta, menemaniku karena aku saat itu belum sempurna betul. Setelah mengantarkan aku ke kampus, ibu pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter yang kebetulan menjadi dosenku, namanya dr. Sudiyanto SpBO (dokter Spesialis Bedah Orthopedi). Dosen yang baik hati ini memiliki 2 anak yang secara kebetulan anak sulungnya adalah kakak kelasku, 3 tahun diatasku.
Dr Sudiyanto pun merasa prihatin dengan kondisiku, sehingga dengan tulus membantuku pengobatanku dengan terapi medis secara gratis. Alhamdulillah dalam jangka waktu 1,5 tahun aku sudah dapat berjalan dan tanganku dapat digerakkan dengan lentur seperti teman-temanku yang lainnya.
Sepeninggal ayah, aku mendapatkan beasiswa karena aku termasuk anak yatim yang berprestasi, dan dari keluarga yang miskin.
Hari demi hari kulalui bersama ibuku, dengan kesetiaannya ibuku selalu menemani aku dalam belajar, selalu memberi semangat, menjadi inspirasiku dalam menyelesaikan studiku. Dalam jangka waktu 5 tahun aku lulus sebagai dokter umum, kemudian dilanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagai dokter spesialis bedah orthopedic, sesuai cita-citaku dulu. Pendidikan ini pun dapat kuselesaikan dalam jangka waktu 3 tahun. Allahu akbar!
...Ibu telah mengantarkan aku menjadi seorang dokter dengan kelembutan, kesabaran, ketekunan, dan doa tulus yang dikabulkan Allah...
Tibalah saatnya aku menjalani wisuda sebagai Dokter Spesialis Bedah Ortopedi. Dalam hatiku dan selalu dipenuhi rasa syukur kepada Allah. Malam hari sebelum wisuda aku tidak bisa tidur, kupandangi wajah ibuku yang sudah tampak tua kelelahan, aku hanya bisa berucap lembut: “Ibuuuuu, terima kasih karena kau telah mengantarkan aku menjadi seorang dokter dengan kelembutan, kehangatan, kesabaran, ketekunan, yang pasti doamu sangat tulus untukku, Allah telah mengabulkan doamu. Aku persembahkan gelar dan ijazahku untukmu, engkaulah yang patut mendapatkan gelar itu. Ibuuuu aku sangat mencintaimu…”
Tanpa terasa matahari pun muncul dari persembunyiannya, aku dan ibuku sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri upacara wisuda. Kami berangkat dengan menggunakan becak, namun tiba-tiba kami dikejutkan dengan kedatangan Dr Ade Sutisna, putra sulung Dr Sudiyanto.
Saat itu kami hendak menaiki becak yang sudah kami pesan, dengan sedikit memaksa beliau mengajak kami untuk ikut masuk ke dalam kendaraannya. Sebagai penghargaan padanya akhirnya kami mengikutinya. Sesampainya di kampus UI ternyata aku sudah ditunggu oleh Dr Sudiyanto dan istrinya.
...Subhanallah di zaman modern ini masih tersisa manusia ningrat yang mau menjadikan orang miskin menjadi menantu tanpa pertentangan...
Sepulang acara wisuda, malam harinya keluarga Dr Ade Sutisna berkunjung ke rumah kontrakan kami yang sangat kecil. Di luar dugaan, kunjungan mereka bertujuan melamarku untuk dijodohkan dengan Dr Ade. Subhanallah, kami hanya mampu menangis haru dan rasa syukur. Ternyata di zaman modern ini masih tersisa manusia ningrat yang mau menjadikan orang miskin ini menjadi menantunya tanpa proses pertentangan. Rupanya sejak aku masuk kuliah Dr. Sudiyanto sudah berniat menjodohkan aku dengan putranya. Tanpa sepengetahuan beliau dr Ade menaruh hati padaku.
Dua tahun kemudian kami menikah dan merajut keluarga sakinah hingga sekarang. Dalam kebahagiaanku, kebaikan almarhum ayahku tak pernah terlupakan. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Allah, satu-satunya balas jasaku pada ayahku. Semoga doaku menjadi amal ayah yang tiada terputus.
Duhai ayah, seandainya saat ini Allah mengizinkanmu masih hidup, betapa bahagianya dirimu, ikut merasakan kebahagiaanku. [voa-islam.com].....subhanalloh ... bahagianya ......

Dikirim pada 19 September 2011 di persahabatan

Assalamualaikum wbt..

Topik kesihatan kita pada kali ini adalah berkenaan dengan bahan pengawet yang sangat meluas digunakan didalam teknologi pemakanan kita hari, terutama di dalam makanan yang tidak tahan lama seperti roti, kek, minuman jus (tin dll), dan banyak lagi makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

TARTRAZINE juga boleh dikenali dengan kod E 102 adalah pewarna tiruan yang ada di dalam makanan kita seperti gula-gula, sos, minuman ringan, kordial, makanan sejuk beku, jeli, biskut dan manisan serta ubat-ubatan kimia. Bahan ini juga digunakan di dalam penghasilan produk barangan tembikar,baja, kaca, bahan ceramic, simen, dan lain-lain.

Dr Abram Hoffer di dalam bukunya, Healing Children Attention & Behavior Disorder menyatakan di dalam satu kajian yang dijalankan ke atas 76 orang kanak-kanak yang didiagnos hyperaktif sekurang-kurangnya 79% daripada kumpulan itu menunjukkan reaksi tidak normal akibat pengambilan pewarna tartrazine dicampur dengan benzoate (bahan yang biasa dimasukkan ke dalam makanan). Bahan ini meningkatkan kadar pembuangan Zink melalui proses urinari (Kencing). Apa pula fungsi zink untuk badan kita? Zink penting untuk metabolisme badan kita, membantu sistem kekebalan tubuh dan pencegahan kepada jangkitan patogen (bakteria dan virus) didalam tubuh badan kita. Bahan pengawet ini juga menurunkan kadar zink di dalam darah dan air liur yang seterusnya mengakibatkan kemerosotan kepada tingkah laku kanak-kanak terutamanya.

Kesan penggunaan bahan ini adalah menyebabkan kanak-kanak menjadi hyperaktif, athma dan pelbagai reaksi alergi pada kulit (ruam kulit), migrain dan lain-lain. Mengikut beberapa kajian yang dilakukan tartrazine juga boleh menyebabkan kanser.

Jadi berhati-hatilah di dalam pengambilan makanan anda kerana bahan ini masih digunakan secara meluas di Malaysia, bagi negara Norway dan Finland bahan ini adalah terlarang dan disekat di Sweden.

Di Malaysia mungkin boleh diwujudkan Unit khas dikementerian kesihatan yang memantau dari sudut pemakanan ini. Negara memerlukan tenaga produktif yang sihat dan cergas. Jadi, amalkan pemakanan sihat tanpa bahan pengawet.
Sumber: http://herbalis-jawi.blogspot.com/2011/02/apa-itu-tartrazine-e-102.html
semoga kita semua berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, bantulah perekonomian umat ISLAM dan bukan perekonomian YAHUDI

Dikirim pada 16 September 2011 di persahabatan
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

friendly, ...yuk semangat,sholihah, cerdas, n ikhlas. Muslimah itu anugerah terindah dunia. ia lembut tp tidak lemah---mpesona tp bersahaja...ia tahu bgmana menjaga izzah dirinya..ia mengerti bgmna mnjaga akhlaq dan kemuliaannya..itulah yg membuatnya istimewa dibanding wnta lainnya. ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.. wa akherat...tetap semangat More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 854.797 kali


connect with ABATASA