0


....masukkan semua bahan limbah sayur/daun hijau ke dalam botol yg bagian bawahnya di potong...lalu basahi dgn mol/em4...dlm bbrp hari akan terjadi fermentasi....air lindi akan menetes b ke bawah...(penampung)..bahan akan susut..maka tambahkan terus dgn limbah sayur/daun2an hijau.
SUMBEER: PAK DHEDY DARI GRUP FB: BELAJAR MENANAM

Dikirim pada 25 Juni 2014 di Tips n trik




Cabe merupakan bumbu masakan vital bagi sebagian besar masakan asli Indonesia, makanya tata niaga cabe di Indonesia sering kali fluktuatif dan membuat stabilitas pasar sayuran heboh
dan alangkah bahagianya kalau punya tanaman itu di halaman rumah, tidak perlu membeli, tidak perlu pusing ketika harganya melambung, dan itu adalah sebuah kebahagiaan, seperti yang saya rasakan saat ini.
Menanam cabe itu gampang-gampang susah, butuh kesabaran dan ketelatenan tersendiri
untuk menanam, sesuai pengalaman saya, ada tahapan-tahapannya sebagai berikut :

1. persemaian
Benih cabe disemai dalam wadah, bisa berupa polybag, plastik semai tunggal, ataupun dalam tray, saya suka make tray karena jarak semainya bisa teratur dan bisa dipakai berulang kali
Sebelum disemai, benih direndam kurang lebih dahulu dalam air selama kurang lebih 2 jam baru diletakkan di media semai. media semai yang paling baik adalah campuran tanah, pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1
bibit sudah berkecambah
Benih cabe akan tampak berkecambah setelah 5-7 hari di media semai. pada kurun waktu tersebut, kelembaban tanah yang baik menentukan keberhasilan persemaian. tanah yang terlalu kering, akan menghambat perkecambahan, begitu pula sebaliknya, pada kondisi media semai yang terlalu basah akan membuat perakaran rawan pembusukan.
bibit dalam tray umur 2 minggu, penyiraman yang teratur menentukan keseragaman pertumbuhan
setelah berkecambah, tanaman akan tetap berada di persemaian hingga muncul 4-6 daun. pada kondisi pengairan dan penyinaran yang bagus, bibit akan berdaun 4-6 pada umur kurang lebih 3 minggu setelah berkecambah. Agar tanaman kuat, sesekali dapat di letakkan diudara terbuka dengan penyinaran penuh beberapa jam sehari.
2. Pemindahan Tanaman ke Polybag
sebelum memindahkan bibit tanaman cabe ke polybag, kita perlu mempersiapkan media tanam terlebih dahulu.
media tanam dalam polybag
Media tanam untuk tanaman cabe hendaknya media yang mempunyai porositas yang baik dan mempunyai kandungan bahan organik. saya mempunyai komposisi tersendiri dalam hal ini. satu ember pupuk organik ditambah satu ember tanah dan dicampur dengan 1/2 ember sekam steril. maksud penambahan sekam adalah untuk memberikan porositas pada media tanam agar pada penyiraman yang berlebih air segera keluar dan akar mempunyai aerasi yang cukup untuk pertumbuhannya.
setelah media tanam dimasukkan kedalam polibag, siram dengan air sampai basah dan biarkan beberapa hari agar kondisinya stabil,dan jangan mengisi polibag hingga penuh, hal ini untuk jagaan saat membubun tanaman setelah besar nanti. setelah 2-3 hari sejak pengisian polibag, buat lubang tanam ditengahnya denga kedalaman 5-7 cm
pembuatan lubang tanam
Bibit siap dipindahkan, sebaiknya disiram terlebih dahulu
Bibit tanaman cabe dalam tray kemudian siram dengan air, agar media semai tidak mudah terhambur saat dipindahkan.

pemindahan bibit perlu kehati-hatian
pindahkan bibit dengan hati-hati agar perakaran tidak putus dan batang tidak rusak. memasukkan bibit ke lubang tanampun perlu kehati-hatian. tekan tanah disekitar bibit agar sedikit padar, sehingga tanaman tidak goyah.

Agar tanah dalam polybag tidak terciprat ke tanaman saat hujan atau disirami, permukaan tanah sebaiknya diberi mulsa dari sekam padi, merang/jerami yang dicacah atau daun-daunan yang sudah hancur.
(BERSAMBUNG)
sumber : http://rejekitanifarm.wordpress.com/

Dikirim pada 16 Juni 2014 di Tips n trik



Ups… ternyata sudah sekian bulan saya tidak melakukan blogging. Sebenarnya ada banyak sekali ide untuk ditulis, tapi karena kendala niat dan fasilitas serta kesibukan mengubah lay out kebun, akhirnya baru kali ini sempat menulis.

Kali ini saya akan bercerita bagaimana menanam tomat dalam polybag. Saya sengaja memilih tomat non hibrida, alasannya kalau tomat hibrida ditanam seednya berulang akan tanaman berikutnya akan berubah karakternya.

saya menanam 20 seed tomat costoluto genovese non hibrida. Sebelum disemai, benih direndam selama 2 jam dalam air dingin kemudian disemaikan didalam tray persemaian yang diisi dengan campuran pupuk organik dan tanah dengan perbandingan 1:1 kemudian disiram dengan air sampai media lembab dan diletakkan ditempat teduh.
bibit tomat siap dipindah kedalam polibag
Benih akan tumbuh setelah 5-7 hari semai dan harus menunggu muncul 5-6 helai daun sebelum dipindahkan ke lahan.
Setelah daun muncul 5-6 helai daun, bibit siap dipindahkan kedalam polybag.
Polibag yang digunakan sebaiknya polibag yang berukuran 35 x 35 atau lebih besar, agar pertumbuhan akar dan simpanan air dalam media tanam nantinya cukup untuk menjamin pertumbuhan tanaman.
tanaman tomat dalam polibag, 2 minggu setelah pindah tanam
Polibag diisi dengan campuran tanah dan pupuk organik 1:1 dan usahakan tidak terlalu penuh mengisinya agar terdapat ruang untuk melakukan pembubunan nantinya.
Gunakan pencungkil (lihat cara memindah bibit disini) untuk memindahkan tray semai kedalam polibag agar perakaran tidak rusak dan tanaman tidak layu setelah dipindahkan.
setelah tanaman dipindah kedalam polibag, beri pengairan yang teratur, pasang ajir dan lakukan pemangkasan/prunning untuk tunas-tunas baru dibagian bawah serta daun yang sudah menguning.
daun dibagian bawah serta tunas-tunas wiwilan harus dibersihkan
Jangan lupa menambahkan media tanamam serta pupuk organik ketika tanaman mulai kelihatan akarnya, ini disebut pembubunan.
setelah muncul bunga pertama, bersihkan semua tunas baru dan daun yang tua dibawah bunga, sehingga pertumbuhan bunga baik dan iklim mikro sekitar tanaman cocok untuk proses pembungaan dan pembentukan buah.
Bunga tomat
Ketika buah sudah mulai terbentuk, lakukan pemupukan dengan pupuk organik 5 hari sekali sampai buah masak. hemm, gampang kan bertanam… dan hasilnya juga lumayan. :)
tomat muda

buah tomat mulai tua
tomat siap panen


sumber : http://rejekitanifarm.wordpress.com/



Dikirim pada 16 Juni 2014 di Tips n trik



31/10/2013
3 COMMENTS
cabe peruvian purple umur 2 bulan
Kisah ini melanjutkan cerita yang pertama, dari 7 jenis cabe yang saya tanam dan masing masing jenis 10 tanaman dengan tingkat keberhasilan persemaian masing masing jenis 80-100%. Hanya cabe peruvian purple yang berhasil tumbuh dengan baik sampai menghasilkan buah yang banyak. Selebihnya, mulai dari habanero dan sweet pepper habis diserang penyakit. Kesalahan terbesar saya waktu itu adalah tidak mencermati asal muasal media tanam yang saya pakai dan penyiraman serta tidak memperhatikan lingkungan sekitar pertumbuhan. Selain itu, tanaman cabe saya yang kala itu mulai berbunga sempat terkena abu vulkanik yang disemburkan oleh Gunung Merapi dan tidak langsung saya bersihkan dengan air.
Dari kegagalan demi kegagalan saya belajar banyak hal antara lain :

Lingkungan tanaman sangat mempengaruhi, tanah yang tidak steril , meskipun subur akan mempengaruhi tanaman. Saya menggunakan kompos dari alam yang saya ambil dari tempat yang menjadi tempat pembuangan limbah pertanian, khususnya sisa-sisa tanaman cabe petani yang terkena penyakit dan ini menjadi asal muasal penyakit tanaman cabe yang saya miliki. Jadi berhati-hatilah mengambil media tanaman untuk tanaman kita
Tanaman cabe adalah tanaman yang tidak terlalu butuh air, ia memerlukan tanah yang lembab tetapi tidak terlalu basah. Resiko yang harus dihadapi tatkala terlalu banyak disiram adalah tanaman menjadi layu dan mati, kalaupun hidup daun dan pucuknya keriting, tempat yang nyaman bagi lalat buah, kutu dan tidak menghasilkan bunga maupun buah.
Kesalahan saya yang ketiga adalah begitu menanam saya langsung menanam jenis cabe yang tidak umum di Indonesia, dan sama sekali tidak saya kenali karakteristiknya, ini juga harus diperhatikan oleh petani pemula. Tanaman impor memang indah, tetapi perlu kehati-hatian dalam menanamnya.
Kembali ke Tanaman cabe Peruvian purple yang saya tanam, ini sosoknya setelah besar
Peruvian Purple Saat Berbunga
Peruvian purple dengan buah muda
Hal yang terakhir saya dapati dari bertanam cabe Peruvian Purple adalah bahwa cabe jenis ini masak buahnya lama, berbeda dengan tanaman cabe keriting dan cabe rawit yang sering kita gunakan untuk bumbu. Berhubung merahnya lama, tanaman ini cocok juga dijadikan sebagai tanaman hias di halaman. Warna ungu kehitaman dengan buah yang gemuk, menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihat.
Cabe Peruvian Purple yang telah memerah
Peruvian Purple
Peruvian Purple adalah jenis cabe edible atau bisa dimakan, dan tingkat kepedasannya lumayan. Berhubung jenis cabe ini sangat jarang ada di pasaran Indonesia, saya hanya memasak daging buahnya saja sedangkan bijinya saya simpan untuk penanaman berikutnya.
sumber:http://rejekitanifarm.wordpress.com/



Dikirim pada 16 Juni 2014 di Tips n trik
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

friendly, ...yuk semangat,sholihah, cerdas, n ikhlas. Muslimah itu anugerah terindah dunia. ia lembut tp tidak lemah---mpesona tp bersahaja...ia tahu bgmana menjaga izzah dirinya..ia mengerti bgmna mnjaga akhlaq dan kemuliaannya..itulah yg membuatnya istimewa dibanding wnta lainnya. ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.. wa akherat...tetap semangat More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 844.180 kali


connect with ABATASA