0


Tiga anaknya tidak sekolah di sekolah formal layaknya anak-anak pada umumnya. Tapi ketiganya mampu menjadi anak-anak teladan, dua di antaranya sudah kuliah di luar negeri di usia yang masih seangat muda. Saya cuma berdecak gemetar mendengarnya. Bagaimana bisa?
Minggu (21/ 7) lalu, saya mengikuti acara Forum Indonesia Muda (FIM) Ramadhan yang diadakan di UNPAD. Niat awalnya mau nabung ilmu dan inspirasi sebelum pulang kampung, selain juga memang karena pengisi acaranya inspiring. Eh, pembicara yang paling saya tunggu ternyata berhalangan hadir. But, that’s not the point. Semua pembicara yang hadir memang sangat inspiring, tapi saya benar-benar dikejutkan di sesi terakhir. Tentang parenting. Awalnya saya pikir sesi ini mau membicarakan apa gitu. Do you know actually? It talks about a success and inspiring housewife. Saya langsung melek. Lupa lapar. Like my dream becomes closer. Saya mencari seminar yang membahas tentang keiburumahtanggaan. Nggak tahunya nemu di sana. Lihatlah daftar mimpi besar saya nomor 1-4. Rasanya terbahas semua sore itu. (No offense nomor 2, gue juga kagak tahu kalau urusan itu :p ) Baiklah, mukadimah ini akan terlalu panjang kalau saya lanjutkan.


Namanya Ibu Septi Peni Wulandani. Kalau kalian search nama ini di google, kalian akan tahu bahwa Ibu ini dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan, dia bukan seorang pejuang emansipasi wanita yang mengejar kesetaraan gender lalala itu. Bukan.

Beliau seorang ibu rumah tangga profesional, penemu model hitung jaritmatika, juga seorang wanita yang amat peduli pada nasib ibu-ibu di Indonesia. Seorang wanita yang ingin mengajak wanita Indonesia kembali ke fitrahnya sebagai wanita seutuhnya. Dalam sesi itu, beliau bercerita kiprahnya sebagai ibu rumah tangga yang mendidik tiga anaknya dengan cara yang bahasa kerennya anti mainstream. It’s like I’m watching 3 Idiots. But this is not a film. This is a real story from Salatiga, Indonesia.
Semuanya berawal saat beliau memutuskan untuk menikah. Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa pernikahan adalah peristiwa peradaban, untuk kisah Ibu Septi, pepatah itu tepat sekali. Di usianya yang masih 20 tahun, Ibu Septi sudah lulus dan mendapat SK sebagai PNS. Di saat yang bersamaan, beliau dilamar oleh seseorang. Beliau memilih untuk menikah, menerima lamaran tersebut. Namun sang calon suami mengajukan persyaratan: beliau ingin yang mendidik anak-anaknya kelak hanyalah ibu kandungnya. Artinya? Beliau ingin istrinya menjadi seorang ibu rumah tangga. Harapan untuk menjadi PNS itu pun pupus. Beliau tidak mengambilnya. Ibu Septi memilih menjadi ibu rumah tangga. Baru sampai cerita ini saja saya sudah gemeteran.
Akhirnya beliaupun menikah. Pernikahan yang unik. Sepasang suami istri ini sepakat untuk menutup semua gelar yang mereka dapat ketika kuliah. Aksi ini sempat diprotes oleh orang tua, bahkan di undangan pernikahan mereka pun tidak ada tambahan titel/ gelar di sebelah nama mereka. Keduanya sepakat bahwa setelah menikah mereka akan memulai kuliah di universitas kehidupan. Mereka akan belajar dari mana saja. Pasangan ini bahkan sering ikut berbagai kuliah umum di berbagai kampus untuk mencari ilmu. Gelar yang mereka kejar adalah gelar almarhum dan almarhumah. Subhanallah. Tentu saja tujuan mereka adalah khusnul khatimah. Sampai di sini, sudah kebayang kan bahwa pasangan ini akan mencipta keluarga yang keren?
Ya, keluarga ini makin keren ketika sudah ada anak-anak hadir melengkapi kehidupan keluarga. Dalam mendidik anak, Ibu Septi menceritakan salah satu prinsip dalam parenting adalah demokratis, merdekakan apa keinginan anak-anak. Begitupun untuk urusan sekolah. Orang tua sebaiknya memberikan alternatif terbaik lalu biarkan anak yang memilih. Ibu Septi memberikan beberapa pilihan sekolah untuk anaknya: mau sekolah favorit A? Sekolah alam? Sekolah bla bla bla. Atau tidak sekolah? Dan wow, anak-anaknya memilih untuk tidak sekolah. Tidak sekolah bukan berarti tidak mencari ilmu kan? Ibu Septi dan keluarga punya prinsip: Selama Allah dan Rasul tidak marah, berarti boleh. Yang diperintahkan Allah dan Rasul adalah agar manusia mencari ilmu. Mencari ilmu tidak melulu melalui sekolah kan? Uniknya, setiap anak harus punya project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun. Dan hasilnya?
Enes, anak pertama. Ia begitu peduli terhadap lingkungan, punya banyak project peduli lingkungan, memperoleh penghargaan dari Ashoka, masuk koran berkali-kali. Saat ini usianya 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Ia kuliah setelah SMP, tanpa ijazah. Modal presentasi. Ia kuliah dengan biaya sendiri bermodal menjadi seorang financial analyst. Bla bla bla banyak lagi. Keren banget. Saat kuliah di tahun pertama ia sempat minta dibiayai orang tua, namun ia berjanji akan menggantinya dengan sebuah perusahaan. Subhanallah. Uang dari orang tuanya tidak ia gunakan, ia memilih menjual makanan door to door sambil mengajar anak-anak untuk membiayai kuliahnya.
Ara, anak ke-2. Ia sangat suka minum susu dan tidak bisa hidup tanpa susu. Karena itu, ia kemudian berternak sapi. Pada usianya yang masih 10 tahun, Ara sudah menjadi pebisnis sapi yang mengelola lebih dari 5000 sapi. Bisnisnya ini konon turut membangun suatu desa. WOW! Sepuluh tahun gue masih ngapain? Dan setelah kemarin kepo, Ara ternyata saat ini juga tengah kuliah di Singapura menyusul sang kakak.
Elan, si bungsu pecinta robot. Usianya masih amat belia. Ia menciptakan robot dari sampah. Ia percaya bahwa anak-anak Indonesia sebenarnya bisa membuat robotnya sendiri dan bisa menjadi kreatif. Saat ini, ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya yang terbuat dari sampah. Keren!
Saya cuma menunduk, what I’ve done until my 20? :0 Banyak juga peserta yang lalu bertanya, “kenapa cuma 3, Bu?” hehe.
Dari cerita Ibu Septi sore itu, saya menyimpulkan beberapa rahasia kecil yang dimiliki keluarga ini, yaitu:
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, bersikap demokratis kepada mereka adalah suatu keniscayaan
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project. Seperti yang saya bilang tadi, di usia 9 tahun, anak-anak Ibu Septi sudah diwajibkan untuk punya project yang wajib dilaksanakan. Mereka wajib presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja, seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya, keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka punya waktu untuk merayakan kesalahan yang disebut dengan “false celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model. Kisah-kisah Rasul diulas. Pada usia sekian Rasul sudah bisa begini, maka di usia sekian berarti kita juga harus begitu. Karena alasan ini pula Enes memutuskan untuk kuliah di Singapura, ia ingin hijrah seperti yang dicontohkan Rasulullah. Ia ingin pergi ke suatu tempat di mana ia tidak dikenal sebagai anak dari orang tuanya yang memang sudah terkenal hebat.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai
7. Mereka punya prinsip harus jadi entrepreneur. Bahkan sang ayah pun keluar dari pekerjaannya di suatu bank dan membangun berbagai bisnis bersama keluarga. Apa yang ia dapat selama bekerja ia terapkan di bisnisnya.
8. Punya cara belajar yang unik. Selain belajar dengan cara home schooling di mana Ibu sebagai pendidik, belajar dari buku dan berbagai sumber, keluarga ini punya cara belajar yang disebut Nyantrik. Nyantrik adalah proses belajar hebat dengan orang hebat. Anak-anak akan datang ke perusahaan besar dan mengajukan diri menjadi karyawan magang. Jangan tanya magang jadi apa ya, mereka magang jadi apa aja. Ngepel, membersihkan kamar mandi, apapun. Mereka pun tidak meminta gaji. Yang penting, mereka diberi waktu 15 menit untuk berdiskusi dengan pemimpin perusahaan atau seorang yang ahli setiap hari selama magang.
9. Hal terpenting yang harus dibangun oleh sebuah keluarga adalah kesamaan visi antara suami dan istri. That’s why milih jodoh itu harus teliti. Hehe. Satu cinta belum tentu satu visi, tapi satu visi pasti satu cinta
10. Punya kurikulum yang keren, di mana fondasinya adalah iman, akhlak, adab, dan bicara.
11. Di-handle oleh ibu kandung sebagai pendidik utama. Ibu bertindak sebagai ibu,partner, teman, guru, semuanya.
Daaaan masih banyak lagi. Teman-teman yang tertarik bisa kepo twitter ibu @septipw atau gabung dan ikut kuliah online tentang keiburumahtanggaan diibuprofesional.com.
Hhhhmmm. Gimana? Profesi ibu rumah tangga itu profesi yang keren banget bukan? Ia adalah kunci awal terbentuknya generasi brilian bangsa. Saya ingat cerita Ibu Septi di awal kondisi beliau menjadi ibu rumah tangga. Saat itu beliau iri melihat wanita sebayanya yang berpakaian rapi pergi ke kantor sedangkan beliau hanya mengenakan daster. Jadilah beliau mengubah style-nya. Jadi Ibu rumah tangga itu keren, jadi tampilannya juga harus keren, bahkan punya kartu nama dengan profesi paling mulia: housewife. So, masih zaman berpikiran bahwa ibu rumah tangga itu sebatas sumur, kasur, lalala yang haknya terinjak-injak dan melanggar HAM? Duh please, housewife is the most presticious career for a woman, right? Tapi semuanya tetap pilihan. Dan setiap pilihan punya konsekuensi Jadi apapun kita, semoga tetap menjadi pendidik hebat untuk anak-anak generasi bangsa.
Setelah mengikuti sesi tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa seminar kepemudaan tidak melulu bahas tentang organisasi, isu-isu negara, dan lain-lain yang biasa dibahas. Pemuda juga perlu belajar ilmu parenting untuk bekal dalam mendidik generasi penerus bangsa ini. Bukankah dari keluarga karakter anak itu terbentuk?
Wallahualambisshawab. Semoga ada yang bisa diambil pelajaran.
Rumah,
31 Juli 2013
00.29
Akhirnya kelar juga. Maaf tulisan ini agak lama post-nya. Saya mengalami krisis takut menulis kemarin-kemarin ini. Kumat. Hehe. Semoga bermanfaat
Oh ya, di acara itu saya juga bertemu komunitas yang concern untuk mengajak wanita kembali pada kodratnya menjadi wanita seutuhnya, namanya komunitas@metamorfosis_id. Yang tertarik silahkan kepoin twitternya
Salam,
Himsa. A housewife wanna be. Hehe.

keep semangat....yuk jadi ibu yang profesional

Dikirim pada 15 September 2013 di Inspirasi



Prinsip hidup adalah kesempatan...ada dihati siapa saja...
Ingat rumus
E=mc2
E= Energi= potensi &pembelajaran

**Konsentrasi menyempurnakan kewajiban kepada Alloh, suami, masyarakat, dan keluarga,
Sehingga dijadikan orang yang disenangi oleh orang lain..
**Orang melakukan kebaikan karena ada kesempatan bukan karena bisa/mau .

** Sering-seringlahh mendoakan tetangga agar mereka juga agar mendoakan kita..
** Tanam dan peliharalah tumbuh-tumbuhan agar kita juga mendapatkan doa dari tumbuhan dan dari orang-orang yang ikut memanfaatkan tanaman yang kita tanam..

** Kebijaksanaan seseorang dipengaruhi oleh ilmu dan pengalaman...
Ilmu tanpa pengalaman kurang strategis...
** Hidup itu bermain peran...
Semoga kita menjadi pribadi yang oleh Alloh dipancarkan kebaikan-kebaikan kita ke orang lain, diikatkan dengan masyarakat.

** Dakwahh itu kekuatan jiwa..untuk mengikatkan hati-hati ..
**Kesyukuran itu bagaimana kita mencintai orang lain dengan mendoakan mereka semua...
Robbana innaka taqobbal minna...
Ya Alloh kabulkanlah doa-doa mereka ( suami/istri, orangtua, mertua/menantu, teman, tetangga, guru, sahabat, murid, dan siapa saja yang kita kenal)..
Semoga Alloh mengabulkan doa kita semua..aamiin..
** Kemenangan dakwah itu jika nama qita ada dihati mereka..
** SABAR itu tidak mengeluh
** Suasana tidak enak itu pahala terbesar
** SYUKUR itu wajah bersih ( hati selalu gembira) , pancaran mata indah, suka tersenyum...

Renungan di medan juang baru setelah mendapat masukan dari teman-teman..
Bismillah mulai berbenah dan memanajemen wakt u lagi..amanah baru bertambah..semoga energii semakin bertambah juga...aamiin ya Robb....

Diambil dari Tausiyah Bu Diah ....Semarang, 10 November 2012...

Dikirim pada 05 Desember 2012 di Inspirasi
08 Jan


iman itu laut
cintalah gelombang

iman itu api
cintalah panasnya

iman itu angin
cintalah badainya

iman itu salju
cintalah dinginnya

iman itu sungai
cintalah arusnya.....

laut tak kan indah tanpa gelombang
api tidak akan terasa jika tidak panas
pecinta sejati ....selalu berpikir apa yang akan kuberikan.....
bukan kepada siapa cinta diberikan.....

cinta diawali dari Alloh dan diakhiri kepada Alloh pula,,,,,,
cinta adalah kebenaran Alloh dalam mencipta dan memelihara alam semesta....
(QS Al Hijr :85)
Cinta Alloh kepada hamba Nya sangat besar meskipun tidak selamanya berbentuk kelapangan.....
kadang juga ada musibah, bencana, yang membuktikan kasih sayang Alloh kepada hamba-Nya....
Demikian juga Nabi Muhammad SAW.....cinta Nya begitu besar kepada umat-Nya......
meskipun disakiti tetap membalas dengan cinta......

Bagaimana dengan kita?.....semoga kita semua bisa menempatkan kecintaan pada posisi-Nya...
Bahwa cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya lah cinta yang tertinggi.....
cinta yang hakiki yang tidak pernah bertepuk sebelah tangan dan tidak akan membuat sayap-sayapnya patah
karena Alloh senantisa memberi kepada hamba-Nya meskipun hamba-Nya durhaka dan ingkar kepada-Nya


oleh-oleh Daurah Munakahat.....by Ustadzah Mia Inayati....Ahad, 080112....

semoga bermanfaat


Dikirim pada 08 Januari 2012 di Inspirasi


Bisnis HPA
Ketika anda bergabung bersama HPA anda akan mendapatkan tiga peluang bisnis.
* Peluang sebagai HERBALIS
HPA menyediakan berbagai macam pelatihan untuk menunjang sesorang untuk menjadi herbalis yang baik. Bahkan di kantor pusat HPA di Malaysia, HPA menyediakan kampus perkuliahaan untuk membina para mahasiswanya untuk menjadi herbalis dengan skill yang tinggi.
Disamping ilmu herba HPA juga mengajarkan cara mendiagnosa berbagai macam penyakit untuk melengkapi ilmu herba yang dimiliki. Dan yang tidak kalah menarik adalah berbagai skill seperti al hijamah (bekam), pembetulan tulang belakang (kiropraksi) juga akan menjadi keseharian bagi anggota HPA.
* Peluang sebagai USAHAWAN
Dengan menyediakan serangkaian produk berkualitas tinggi, HPA menyediakan karir bisnis bagi semua anggotanya untuk menjadi distributor. Karir bisnis yang terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja dengan tekun. Semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan bisnis di HPA. Karir bisnis di HPA tidak terkait dengan jenjang keanggotaan. Anggota baru sangat mungkin menjadi leader kuat, sementara anggota lama yang tidak aktif tidak akan mendapatkan apa-apa.
Bagaimana kalau dijalankan keduanya?
Itulah yang sangat diharapkan oleh HPA. Misi HPA adalah melahirkan HERBALIS yang USAHAWAN dan USAHAWAN yang HERBALIS.
* Peluang sebagai AGEN STOK
Setiap anggota dengan syarat tertentu memiliki peluang untuk menjadi agen stok. Agen stok adalah tempat yang menyediakan stok barang bagi seluruh distributor dengan tiga tingkatan.
- Pusat Agensi
- Pusat Jualan
- Stokis
Masing-masing level memiliki persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.
Peluang Yang Lain.
Ada banyak sebab, mengapa seseorang memutuskan bergabung dengan HPA International (Herba Penawar Al Wahida).
Bagi yang bergabung ataupun punya ketertarikan untuk berbisnis bersama HPA, maka beberapa peluang yang ditawarkan oleh hHPA sebagai berikut :
Peluang Lebih Sehat
* Produk HPA bersaifat Alamiah, Ilmiah, Ilahiyah.
1. Alamiyah : dari tanaman organik, tidak mengandung campuran bahan kimia sintetis, tanaman tdk mengandung zat aditif & pestisida.
2. Ilmiah : mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacturing Practice) dari WHO, dari Depkes Malaysia dan Depkes RI.
3. Ilahiyah : berbasis dari Pengobatan ala Nabi (Thibbun Nabawi) dari Ibnu Sina, diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, Pemiliknya Muslim yg taat ibadah (H. Ismail bin H. Ahmad), hanya menggunakan bahan yg memiliki sertifikat halal
* Terbukti menyembuhkan berbagai penyakit yg divonis tidak bisa sembuh oleh dokter (lihat buku Kesaksian Anak Adam).
* Produk HPA menyembuhkan penyakit dari sumber penyakitnya dan bukan gejala penyakitnya.
* Tidak memiliki efek samping negatif & aman dikonsumsi.
Peluang Lebih Sejahtera
* Harga produk HPA lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis lainnya.
* HPA memberikan peluang bisnis dengan tingkat pendapatan tak terhingga.
* Memberikan lapangan kerja secara luas bagi siapa saja.
* Konsumen bisa mendapatkan harga dengan diskon yang tinggi, bahkan gratis dengan mekanisme yang ada.
* Ratusan jutawan baru sudah dilahirkan oleh HPA di Indonesia.
* Setiap tahun memberikan penghargaan beberapa mobil dan hadiah lainnya untuk member yang berprestasi.
* Disediakan juga hadiah umroh dan haji dan traveling ke negeri-negeri muslim
Peluang Lebih Pandai
* Memiliki Supporting System untuk memandu member meraih kesuksesan.
* Menjadi sekolah bisnis dan sekolah sukses bagi member yang ada.
* Member diajari untuk memiliki keterampilan dalam bidang diagnosa penyakit, meracik farmasi Islam untuk pengobatan dan terapi Thibbun Nabawi untuk menyembuhkan.
* Memiliki Institut Pengobatan Alwahida baik di dalam negeri ataupun di luar negeri (Malaysia).
* Dibimbing oleh mentor-mentor yang kompeten dan berpengalaman. Dibidang bisnis oleh orang yang terbukti sukses di bisnis, dan di bidang kesehatan oleh para dokter-dokter yang ahli dan ahli terapi Thibbun Nabawi.
Peluang Lebih Bermanfaat
* Dengan HPA, kita bisa membantu menolong orang lain secara ekonomi (memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tambahan).
* Kita bisa membantu menyembuhkan orang lain dari sakitnya melalui ilmu terapi herba yang diajarkan di HPA.
* Dengan bonus yang didapat di HPA kita bisa memberikan manfaat lebih besar kepada orang lain dengan berinfak lebih besar.
* Ikut berpartisipasi dalam upaya pengentasan kemiskinan yang ada di masyarakat.
* Memberi peluang untuk masa depan yang lebih baik untuk siapa saja.
Peluang Lebih Beriman
* Sistem bisnis HPA yang berbasis pada nilai-nilai syariat Islam selalu mengedepankan aspek ibadah dalam setiap prosesnya.
* Dengan konsumsi produk yang halal menjadikan kita terhindar dari bahaya yang diakibatkan oleh produk yang halal baik di dunia dan akhirat.
* Suasana pendidikan bisnis dan herbalis di HPA yang sangat mengedepankan nilai-nilai Islam.
* Bisnis bersama HPA diniatkan sebagai ibadah, sehingga akan selalu menjadikan membernya sebagai orang yang selalu cinta pada Allah, RasulNya dan Islam itu sendiri.
Program THS & PSC Spiriual Healing
* Adalah program Success Support System di HPA yang memungkinkan member dapat meraih kesuksesan finansial dan spiritual dalam waktu yang cepat.
* Memiliki program Sukses penghasilan 8 digit/bulan dalam waktu 5-6 bulan dengan mengikuti tutorial yang ada.
* Dibimbing oleh Tenaga Ahli (trainer berkaliber Nasional HPA Internasional) sehingga telah teruji keberhasilannya.
* Sekolah Bisnis & Sukses yang terbukti telah meluluskan ratusan jutawan baru di Indonesia.
* Sudah menyebar di ratusan kota di Indonesia, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat luas.
Pendidikan Terapis HPA
* Bekam (Al Hijamah)
* Kiropraktik (Terapi Tulang Belakang)
* Akupungtur (Terapi Tusuk Jarum)
* Diagnosa Telapak Tangan & Kuku
* Diagnosa Iris Mata (Iridologi)
* Diagnosa Lidah
* Pendidikan Ahli Herbalis
* Farmakologi
* Spiritual Healing
* Lain-lain
Cara Bergabung
* Mengisi formulir pendaftaran keanggotaan langsung ke saya sebagai sponsor (Arsini, ID number : 180941).
* Membayar biaya investasi awal hanya sebesar Rp. 25.000,-(kartu + buku panduan) atau Rp 60.000(kartu+staterkit HPA)
* Mendapatkan fasilitas : Business Starter Kit, ID Card, HPA Personal Business Francise Slot, mengikuti seluruh sekolah bisnis HPA yg telah terbukti melahirkan ratusan jutawan baru (biaya menyesuaikan).
* Mengikuti Program THS (Training Herbalis Sehari), PSC (Perlatihan Sukses Cemerlang) (dan PBC (Perkongsian Bijak Cemerlang) sebagai sekolah bisnis untuk hidup lebih cepat sehat dan sejahtera.
* Ikuti semua tutorial PBC, dan sukses financial menjadi hak kita.
Info Lebih Lanjut:arsiaulia62@yahoo.com
# SMS ke : 0856 5975 0409

Dikirim pada 05 Januari 2012 di Inspirasi
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

friendly, ...yuk semangat,sholihah, cerdas, n ikhlas. Muslimah itu anugerah terindah dunia. ia lembut tp tidak lemah---mpesona tp bersahaja...ia tahu bgmana menjaga izzah dirinya..ia mengerti bgmna mnjaga akhlaq dan kemuliaannya..itulah yg membuatnya istimewa dibanding wnta lainnya. ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.. wa akherat...tetap semangat More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 854.796 kali


connect with ABATASA