0


No
Mata Kuliah
Jadwal 1
Jadwal 2
sks/kelas
1
Fisika Dasar II
Senin, 08.40 WIB (Ruang K-5)
Rabu, 08.40 WIB (Lab )
3/PF2B
2
Fisika Dasar
Senin, 12.50 WIB ( Ruang Q-6)

2/PB 2A
3
Fisika Dasar II
Senin, 10.20 WIB
Rabu, 07.50 WIB
3/PF2A
4
Media Pembelajaran
Selasa, 10.20 WIB

2/PF4B
5
Media Pembelajaran
Rabu, 08.40 (Lab)

2/PF-4A
6
Fisika Dasar
Kamis. 12.50 WIB (ruang K2)

2/PB-2B
7
Praktikum Fisika Dasar II
Jumat, 07.00 WIB (Lab)

1/PF-2B
8
Praktikum Fisika Dasar II
Jumat, 09.30 WIB (Lab)

1/PF-2A
9
KONSEP DASAR IPA 2 (FISIKA DAN KIMIA)
Jumat, 12.50 WIB (Lab)

2/PGMI-2C
jadwal asli sebelum dirubah
No
Nama Mata Kuliah
Kode MK
Waktu I
Waktu II
Jml. Peserta
1
KONSEP DASAR IPA 2 (FISIKA DAN KIMIA)
GMI-6206
Jumat, 12.50 WIB
--
40 orang
2
Fisika Dasar II
PFI-6314
Rabu, 07.00 WIB
Jumat, 09.30 WIB
35 orang
3
Praktikum Fisika Dasar II
PFI-6115
Jumat, 10.20 WIB
--
20 orang
4
Fisika Dasar II
PFI-6314
Senin, 08.40 WIB
Selasa, 16.10 WIB
35 orang
5
Praktikum Fisika Dasar II
PFI-6115
Jumat, 07.00 WIB
--
24 orang
6
Media Pembelajaran
TFT-11002
Senin, 07.00 WIB
--
30 orang
7
Media Pembelajaran
TFT-11002
Selasa, 10.20 WIB
--
32 orang
8
Fisika Dasar
PBO-6204
Kamis, 12.50 WIB
--
35 orang
9
Fisika Dasar
PBO-6204
Senin, 12.50 WIB
--
33 orang

Dikirim pada 13 April 2016 di KULIAH


BODY,DIV,TABLE,THEAD,TBODY,TFOOT,TR,TH,TD,P { font-family:"Liberation Sans"; font-size:x-small }

No
Mata Kuliah
Kelas/jml peserta
Hari
Jam
Ruang
sks
keterangan
1
Konsep Dasar IPA
PGMII-2B/45
Selasa & Kamis
IV / 12.40 WIB
D5
4
Tim teaching dengan Bu Alwiyah Nurhayati
2
Mekanika II
TF 4B/31
Senin
I/ 07.00 WIB
K6
2

3
Praktikum Fisika Dasar II
TF-2B / 14
Kamis
V / 14.20 WIB
Lab Fisdas
2

4
Praktikum Fisika Dasar II
TF-2B / 20
Kamis
III / 10.20 WIB
Lab Fisdas
2

5
Karya Tulis Ilmiah
TF-4A / 33
Senin
V / 14.20 WIB
K4
2

6
Aplikom dan Teknologi Informasi
PAI-U / 9
Jumat
I/ 07.00 WIB
Q4
2






Jumlah
14


Dikirim pada 18 Juni 2015 di KULIAH



UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU)
Kampus : Jalan Dr.Mansyur No 9, Padang Bulan Medan-20155, Sumatera Utara
Telp: 061-8214033, 8214210
Fax: 061-8211822, 8211633
Website: http://www.usu.ac.id
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Alamat Jl. Brigjen. H. Hasan Basri, Kotak Pos 219, Banjarmasin 70123, Kalimantan Selatan
Telepon: (0511) 54177, 54195, 361294
Faks.: (0511) 54177, 54195, 361294, 66400
E-mail: unlambjm@bjm.mega.net.id
Website: http://unlam.ac.id/
Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang
Alamat : Jalan Raya Palembang – Prabumulih Km. 32 Inderalaya Sumatera Selatan 30662
Website: http://www.unsri.ac.id
Universitas Andalas Padang
Alamat : Kampus Limau Manis Padang Sumatera Barat 25163
Website: http://www.unand.ac.id
Universitas Lampung
Alamat : Jalan Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro 1 Bandar Lampung
Website: http://www.unila.ac.id
Universitas Udayana Bali
Alamat : Kampus Bukit Jimbaran Badung Bali 80361
Website: http://www.unud.ac.id
Universitas Hasanuddin Makassar
Alamat : Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Sulawesi Selatan 90245
Website: http://www.unhas.ac.id
Universitas Negeri Padang
Alamat : Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang Sumatera Barat 25131
Website: http://www.unp.ac.id
Universitas Syah Kuala Aceh
Alamat : Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111 Aceh
Website: http://www.unsyiah.ac.id
Universitas Riau
Alamat : Kampus Binawidya Simpang Baru Pekanbaru Riau 28131
Website: http://www.unri.ac.id

Universitas Bangka Belitung
Alamat : Jalan Merdeka No. 4 Pangkalpinang Bangka Belitung 30112
Website: http://www.ubb.ac.id

Universitas Negeri Makassar
Alamat : Kampus UNM Gunungsari Baru Jalan AP. Pettarani Gunungsari Baru Makassar Sulawesi Selatan 90222
Website: http://www.unm.ac.id

Dikirim pada 10 Oktober 2014 di KULIAH


Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan kurikulum 2013 memiliki karakteristik yang berbeda dari pelaksanaan kurikulum 2006. Berdasarkan hasil analisis terhadap kondisi yang diharapkan terdapat maka dipeloleh 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan.
Ada pun 14 prinsip itu adalah:
Dari siswa diberi tahu menuju siswa mencari tahu; pembelajaran mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, pada awal pembelajaran guru tidak berusaha untuk meberitahu siswa karena itu materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk final. Pada awal pembelajaran guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu fenomena atau fakta lalu mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk pertanyaan. Jika biasanya kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu. Oleh karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat bantu pembelajaran untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa dengan bertanya.
Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber; pembelajaran berbasis sistem lingkungan. Dalam kegiatan pembelajaran membuka peluang kepada siswa sumber belajar seperti informasi dari buku siswa, internet, koran, majalah, referensi dari perpustakaan yang telah disiapkan. Pada metode proyek, pemecahan masalah, atau inkuiri siswa dapat memanfaatkan sumber belajar di luar kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu siswa memanfaatkan sumber belajar di sekitar lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas.
Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; pergeseran ini membuat guru tidak hanya menggunakan sumber belajar tertulis sebagai satu-satunya sumber belajar siswa dan hasil belajar siswa hanya dalam bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, disain program, mind maping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mempraktikan sesuatu yang dapat dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya.
Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi; pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari aktivitas dalam proses belajar. Yang dikembangkan dan dinilai adalah sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.
Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata pelajaran dalam pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi komponen sistem yang terpadu. Semua materi pelajaran perlu diletakkan dalam sistem yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran bersama-sama, menentukan karya siswa bersama-sama, serta menentukan karya utama pada tiap mata pelajaran bersama-sama, agar beban belajar siswa dapat diatur sehingga tugas yang banyak, aktivitas yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi beban belajar berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan siswa.
Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; di sini siswa belajar menerima kebenaran tidak tunggul. Siswa melihat awan yang sama di sebuah kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah siswa yang melukiskan awan pada jam yang sama dari tempat yangberjauhan, mereka akan melukiskannya berbeda-beda, semua benar tentang awan itu, benar menjadi beragam.
Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; pada waktu lalu pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam bentuk lisan guru, fakta disajikan dalam bentuk informasi verbal, sekarang siswa harus lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang membuat siswa melihat, meraba, merasa dengan panca indranya. Siswa belajar tidak hanya dengan mendengar, namun dengan menggunakan panca indra lainnya.
Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); hasil belajar pada rapot tidak hanya melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya, tetapi menyajikan informasi menyangku perkembangan sikapnya dan keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa keterampilan membacan, menulis, berbicara, mendengar yang mencerminkan keterampilan berpikirnya. Keterampilan bisa juga dalam bentuk aktivitas dalam menghasilkan karya, sampai pada keterampilan berkomunikasi yang santun, keterampilan menghargai pendapat dan yang lainnya.
Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sepanjang hayat; ini memerlukan guru untuk mengembangkan pembiasaan sejak dini untuk melaksanakan norma yang baik sesuai dengan budaya masyarakat setempat, dalam ruang lingkup yang lebih luas siswa perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan memiliki kemampuan untuk menyesusaikan dengan dengan kebutuhan beradaptasi pada lingkungan global. Kebiasaan membaca, menulis, menggunakan teknologi, bicara yang santun merupakan aktivitas yang tidak hanya diperlukan dalam budaya lokal, namun bermanfaat untuk berkompetisi dalam ruang lingkup global.
10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); di sini guru perlu menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan, meberi contoh bagaimana hidup selalu belajar, hidup patuh menjalankan agama dan prilaku baik lain. Guru di depan jadi teladan, di tengah siswa menjadi teman belajar, di belakang selalu mendorong semangat siswa tumbuh mengembangkan pontensi dirinya secara optimal.
Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; karena itu pembelajaran dalam kurikulum 2013 memerlukan waktu yang lebih banyak dan memanfaatkan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam kelas.
Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. Prinsip ini menadakan bahwa ruang belajar siswa tidak hanya dibatasi dengan dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk siswa belajar. Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang sangat ideal untuk mengembangkan kompetensi siswa. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya dapat mengembangkan sistem yang terbuka.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (tIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; di sini sekolah perlu meningkatkan daya guru dan siswa untuk memanfaatkan TIK. Jika guru belum memiliki kapasitas yang mumpuni siswa dapat belajar dari siapa pun. Yang paling penting mereka harus dapat menguasai TIK sebabab mendapatkan pelajaran dengan dukungan TIK atau tidak siswa tetap akan menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak memfasilitasi pasti daya kompetisi siswa akan jomplang daripada siswa yang memeroleh pelajaran menggunakannya.
Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa; cita-cita, latar belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di rumah, cara pandang, cara belajar, cara berpikir, keyakinan siswa berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran harus melihat perbedaan itu sebagai kekayaan yang potensial dan indah jika dikembangkan menjadi kesatuan yang memiliki unsur keragaman. Hargai semua siswa, kembangkan kolaborasi, dan biarkan siswa tumbuh menurut potensinya masing-masing dalam kolobarasi kelompoknya.
Demikian materi tentang prinsip pembelajaran yang disarikan dari materi pelatihan implementasi kurikulum 2013.

Dikirim pada 15 September 2014 di KULIAH
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

friendly, ...yuk semangat,sholihah, cerdas, n ikhlas. Muslimah itu anugerah terindah dunia. ia lembut tp tidak lemah---mpesona tp bersahaja...ia tahu bgmana menjaga izzah dirinya..ia mengerti bgmna mnjaga akhlaq dan kemuliaannya..itulah yg membuatnya istimewa dibanding wnta lainnya. ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah di dunia.. wa akherat...tetap semangat More About me

BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 854.783 kali


connect with ABATASA